Taroanggro.com –
“Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”
Mazmur 126:5
Refleksi pembuka “Ketika yang Kita Tanam Tidak Semuanya Bertahan”
Saudara-saudari yang terkasih,
saat ini kita berada dalam suasana panen tembakau. Ada sukacita karena setelah berbulan-bulan menanam, merawat, menunggu, akhirnya ada yang bisa dipanen.
Tetapi bersamaan dengan itu kita mengalami kenyataan lain: kekeringan. Banyak bibit kopi yang sudah ditanam, sudah tumbuh, tetapi akhirnya mati karena kekurangan air.
Di sinilah Sekolah Hati mulai mengajar kita.
Hati manusia sering seperti seorang petani. Kita menanam harapan, bekerja, berdoa, merawat sesuatu dengan sungguh-sungguh. Tetapi tidak semuanya tumbuh seperti yang kita harapkan.
Ada yang mati.
Ada yang gagal.
Ada yang harus kita relakan.
Namun, gagalnya satu tanaman tidak berarti gagalnya seluruh kebun.
Karena itu kita belajar dari Mazmur:
“Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.”
Mungkin hari ini kita belum melihat hasil dari apa yang kita tanam. Tetapi Tuhan tidak pernah meminta kita menguasai hasil. Tuhan meminta kita setia dalam menanam dan merawat.
Termasuk Kafe yang telah diberkati Tuhan. Kita berharap Kafe ini tetap hidup, berkembang, dan menghasilkan. Bukan hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi menjadi tempat kehidupan: tempat orang berjumpa, berbagi, beristirahat, mengalami keramahan, dan merasakan kasih Tuhan.
Jadi, yang perlu kita rawat bukan hanya tanaman dan bangunan, tetapi juga hati orang-orang yang mengelolanya.
Sebab mungkin Tuhan sedang mengajari kita:
“Tidak semua yang kita tanam akan hidup. Tetapi jangan berhenti menanam.”
Itulah hati yang berpengharapan:
boleh menangis ketika kehilangan, boleh kecewa ketika gagal, tetapi tetap percaya bahwa Tuhan belum selesai berkarya.
Dan barangkali, panen terbesar bukan ketika semua yang kita tanam tumbuh, melainkan ketika hati kita tetap percaya kepada Tuhan meskipun tidak semuanya tumbuh.
RSumsc










