WONOSOBO| Taroanggro.com — Gua Maria Taroanggro, yang terletak di lereng pegunungan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, kian mengukuhkan diri sebagai pusat ziarah dan pendalaman iman umat Katolik dari berbagai daerah. Suasana hening, alam yang asri, serta pelayanan rohani yang terbuka bagi siapa saja menjadikan tempat ini magnet spiritual yang terus menarik peziarah.
Baru-baru ini, rombongan peziarah dari Bandung mengikuti Perayaan Misa Kudus dan pendalaman iman di Gua Maria Taroanggro. Kegiatan rohani tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan ditutup dengan foto bersama sebagai ungkapan syukur, mencerminkan kebersamaan umat dalam iman.
Pendampingan rohani dilakukan langsung oleh Romo Stephanus Sumpana, MSC, yang dengan penuh kasih membimbing umat dalam Ekaristi, refleksi iman, dan doa bersama. Kehadiran Romo Stephanus memberikan penguatan batin bagi para peziarah yang datang dengan beragam intensi doa.
“Tempat ini menghadirkan ketenangan. Alam dan doa menyatu, membantu umat mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan,” ungkap salah satu peziarah usai mengikuti misa.
Pelayanan Misa Terbuka untuk Umum
Gua Maria Taroanggro melayani umat Katolik secara rutin dengan jadwal:
• Misa Harian pukul 06.00 WIB, diawali doa pagi
• Jumat Pertama pukul 16.30 WIB, diawali rekoleksi
• Hari Minggu dan Hari Raya Gerejani pukul 10.00 WIB
Pelayanan ini terbuka bagi umat lokal maupun peziarah dari luar daerah, baik secara pribadi maupun rombongan.
Lokasi Strategis dan Fasilitas Lengkap
Gua Maria Taroanggro berada di Dusun Anggrunggondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya sangat strategis karena berada di pinggir jalan utama Parakan–Wonosobo, sehingga mudah dijangkau kendaraan pribadi maupun bus peziarah.
Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir luas (motor, mobil, bus), toilet umum, serta kios makanan dan minuman. Lingkungan yang sejuk dan tertata rapi menjadikan tempat ini ideal untuk doa, meditasi, rekoleksi, dan ziarah rohani.
Undangan Terbuka untuk Seluruh Umat Katolik
Pengelola Gua Maria Taroanggro mengundang seluruh masyarakat Katolik keluarga, OMK, komunitas kategorial, hingga rombongan paroki untuk datang dan berdoa.
Gua Maria Taroanggro bukan sekadar destinasi ziarah, tetapi ruang perjumpaan iman, tempat umat datang sebagai peziarah dan pulang dengan hati yang diteguhkan.***










