Kisah Pengabdian Romo Mgr Nicolaus Adi Seputra di Taroanggro

banner 468x60

WONOSOBO|TAROANGGRO – Kisah pengabdian Romo Mgr. Nicolaus Adi Seputra, M.S.C. sebagai seorang imam dan gembala umat dalam Gereja Katolik di Indonesia, khususnya di Keuskupan Agung Merauke satu contoh nyata pelayanan dalam tradisi pengabdian religius Katolik:

Latar Belakang dan Panggilan Hidup

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Mgr. Nicolaus Adi Seputra, M.S.C. lahir pada 6 Desember 1959 di Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. 

Ia ditahbiskan menjadi imam dari tarekat Missionaries of the Sacred Heart (MSC) pada 1 Februari 1989, memulai pengabdian panggilan hidupnya untuk melayani umat di wilayah yang sangat luas dan beragam.

Selama beberapa tahun awal imamatnya, ia berkarya di berbagai stasi dan paroki di wilayah Keuskupan Agung Merauke, seperti Dekanat Kepi dan Kimaam, yang dikenal dengan tantangan geografis dan kebutuhan pastoral yang besar.

Menjadi Uskup Agung Merauke

Pada 7 April 2004, Paus memilihnya sebagai Uskup Agung Merauke, sebuah posisi yang menempatkannya sebagai gembala umat dari seluruh wilayah pastoral gereja di bagian Papua Selatan. Ia menerima tahbisan uskup pada 25 Juli 2004.

Dalam pengabdiannya sebagai uskup, Mgr. Nicolaus berupaya menguatkan iman umat melalui berbagai kegiatan pastoral seperti tahbisan imam baru dan pembinaan panggilan. Misalnya pada tahun 2018, ia memimpin pentahbisan diakon-imam di Merauke yang menjadi momen penting dalam regenerasi pelayanan imam di wilayah itu.

Panggilan Misioner dan Karya Kerahiman

Mgr. Nicolaus aktif menekankan kasih, kerahiman, dan pelayanan sosial sebagai inti panggilannya. Dalam surat gembala Prapaskah 2016, ia mengajak umat untuk mengalami kerahiman Allah secara nyata melalui karya kasih kepada orang miskin, yang lemah, dan yang menderita tindakan yang mencerminkan semangat pelayanan MSC.

Pengembangan Pembinaan Rohani

Salah satu buah karya pastoral yang terjadi selama masa jabatannya adalah peresmian Rumah Studi Duta Damai di Jayapura, sebuah fasilitas asrama untuk calon imam yang menempuh pendidikan teologi, diharapkan menjadi tempat lahirnya “duta damai” bagi Umat Allah di Papua.

Pengabdian yang Tidak Mudah

Perjalanan panggilan pastoral beliau tidak selalu mulus sebagai gembala Gereja lokal ia juga menghadapi berbagai tantangan dan dinamika kehidupan menggereja yang memerlukan kebijaksanaan dan doa dari seluruh komunitas.

Akhir Masa Tugas sebagai Uskup

Setelah hampir 16 tahun memimpin Keuskupan Agung Merauke, Tahta Suci menerima pengunduran dirinya pada 28 Maret 2020 dan beliau kini bergelar Uskup Agung Emeritus.

Makna Pengabdian Mgr. Nicolaus

Pengabdian Mgr. Nicolaus Adi Seputra mencerminkan keteguhan seorang imam dan uskup yang menyerahkan hidupnya demi pelayanan rohani dan pastoral di wilayah yang luas serta penuh tantangan, menekankan iman, damai, dan kasih Kristus bagi umat yang dipercayakan kepadanya.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60