WONOSOBO, Minggu (22/2/2026) –
“Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
Surat Yakobus 2:17
Kerja bakti mentrasah jalan dengan batu di lingkungan Taman Wisata Edukasi Ekologi Watugendong bukan sekadar kegiatan fisik. Ini adalah perwujudan iman yang hidup. Tangan yang memindahkan batu, keringat yang menetes, dan langkah yang menyatu dalam kebersamaan menjadi doa yang nyata.
Jalan yang kita tata hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi ia menjadi simbol perjalanan hidup. Batu-batu yang kita susun mengajarkan bahwa setiap hal kecil, bila dilakukan bersama dan dengan kasih, dapat membangun sesuatu yang kuat dan bermanfaat bagi banyak orang.
Kerja bakti juga membentuk hati. Ia melatih kerendahan hati untuk melayani, kesabaran dalam proses, dan ketulusan tanpa pamrih. Di tengah alam, di bawah langit terbuka, kita belajar bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari panggilan iman: menjaga ciptaan sebagai anugerah Tuhan.
Semoga setiap batu yang kita letakkan menjadi tanda kasih, setiap peluh menjadi persembahan, dan setiap langkah di jalan yang kita bangun menjadi berkat bagi siapa pun yang melintasinya.
Refleksi pribadi:
Apakah imanku sudah nyata dalam tindakan kasih dan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan?
rsumsc











