RENUNGAN HATI, Bagian ke- 14: Sekolah Hati, Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

WONOSOBO, Radarjakarta.id

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Injil Matius 5:9

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Peristiwa yang memprihatinkan di Tual, Maluku ketika seorang anggota Korps Brigade Mobil (Brimob) menganiaya seorang pelajar hingga tewas mengguncang nurani kita bersama. Luka itu bukan hanya milik keluarga korban, tetapi juga luka bagi masyarakat, bahkan bagi bangsa. Dari Ambon hingga ke pelosok negeri, hati kita bertanya: di manakah damai yang dijanjikan Tuhan?

Yesus memanggil setiap orang untuk menjadi pembawa damai, bukan pembawa ketakutan. Kuasa dan kewenangan seharusnya menjadi sarana melindungi, bukan melukai. Ketika tangan yang seharusnya menjaga justru menyakiti, di situlah nilai kemanusiaan dipertaruhkan.

Renungan ini mengajak kita masuk ke dalam “sekolah hati.” Sekolah di mana kita belajar bahwa kekerasan sering lahir dari hati yang tidak terkelola hati yang dikuasai amarah, ego, atau luka batin yang tidak disembuhkan. Tanpa pembinaan nurani, kekuatan bisa berubah menjadi ancaman.

Namun Sabda Tuhan tetap bersinar di tengah gelap. “Berbahagialah orang yang membawa damai.” Damai bukan kelemahan; damai adalah keberanian untuk menahan diri, untuk memilih kasih saat amarah menguasai, untuk menjunjung martabat manusia sebagai gambar Allah.

Hari ini kita berdoa:

  • Bagi keluarga korban, agar diberi penghiburan dan keadilan.
  • Bagi aparat penegak hukum, agar diteguhkan dalam integritas dan kemanusiaan.
  • Bagi kita semua, agar belajar mengolah emosi dan membangun budaya damai.

Semoga peristiwa ini menjadi panggilan pertobatan bersama. Dari tragedi, lahirlah kesadaran. Dari luka, tumbuh komitmen. Dari tangis, bangkit tekad untuk menjaga hidup sesama.

Karena hanya hati yang dididik dalam kasih yang mampu menjaga kehidupan.

rsumsc

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60