WONOSOBO, Selasa (3/3) –
“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.”
Kejadian 2:15
Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa sejak awal, manusia dipanggil bukan hanya untuk tinggal di taman, tetapi mengusahakan dan memelihara. Bekerja dan merawat adalah bagian dari panggilan suci kita.
Di Gua Maria Taroanggro, dalam kawasan Taman Wisata Edukasi Ekologis Watugendong, pelayanan yang kita lakukan bukan sekadar pekerjaan rutin. Ketika kita berdiri di resepsionis menyambut para peziarah, ketika menyiapkan sarapan, makan siang, atau sore; ketika menyeduhkan kopi dengan ramah; ketika menata kamar agar pantas dan bersih semua itu adalah cara kita mengusahakan dan memelihara taman Tuhan
Taman itu bukan hanya pepohonan dan tanahnya.
Taman itu adalah hati orang-orang yang datang mencari damai.
Setiap senyum di meja resepsionis adalah sambutan Tuhan.
Setiap kamar yang rapi adalah ruang doa yang kita siapkan.
Setiap makanan dan minuman yang kita sajikan adalah tanda perhatian kasih.
Ekologi sejati bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga menjaga relasi dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan ciptaan. Pelayanan kita menjadi spiritual ketika dilakukan dengan kesadaran: “Saya sedang merawat taman Tuhan.”
Maka marilah kita melayani bukan karena kewajiban, tetapi karena panggilan.
Bukan sekadar bekerja, tetapi menghadirkan kehangatan.
Bukan hanya menyambut tamu, tetapi menerima saudara.
Semoga Sekolah Hati ini membentuk kita menjadi pribadi yang lembut, penuh perhatian, dan setia dalam hal-hal kecil. Karena dari kesetiaan dalam perkara kecil, lahir damai yang besar.
Tuhan, ajarilah kami mengusahakan dan memelihara taman-Mu melalui pelayanan kami setiap hari. Amin.
rsumsc*











