RENUNGAN HATI, Bagian ke-27: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

WONOSOBO, Senin (9/3) –

“Iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati.”
Alkitab, Yakobus 2:17

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Hari Minggu sering kita pahami sebagai hari berdoa dan beristirahat. Namun Sabda Tuhan mengingatkan bahwa iman tidak berhenti pada doa dan kata-kata saja. Iman menjadi hidup ketika diwujudkan dalam tindakan nyata, dalam kerja bersama, dan dalam kepedulian terhadap sesama serta alam ciptaan.

Kerjabakti yang dilakukan setiap hari Minggu bersama para petani di sekitar Taman Wisata Edukasi Ekologi Watugendong menjadi sebuah sekolah hati yang sesungguhnya. Di sana kita belajar bahwa spiritualitas tidak hanya berada di ruang doa, tetapi juga di jalan yang kita bangun bersama, di tanah yang kita pijak, dan di kebersamaan yang kita rawat.

Membangun jalan untuk kendaraan umum bukan sekadar pekerjaan fisik. Jalan itu menjadi simbol jalan kasih: jalan yang memudahkan orang lain, membuka akses bagi masyarakat, dan mempererat persaudaraan antara komunitas, petani, dan para peziarah yang datang belajar tentang ekologi.

Dalam setiap ayunan cangkul, setiap batu yang disusun, dan setiap tetes keringat, kita diajak merasakan bahwa merawat bumi adalah bagian dari merawat kehidupan. Tanah bukan hanya sumber hasil panen, tetapi juga rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada kita.

Melalui kerja sederhana ini, kita belajar bahwa iman tumbuh ketika tangan bekerja, hati terbuka, dan komunitas berjalan bersama.

Semoga Sekolah Hati di Watugendong terus menumbuhkan spiritualitas yang hidup, membumi, dan merawat ciptaan di mana doa, kerja, dan cinta pada alam menjadi satu kesaksian iman.

Pertanyaan refleksi:
Apakah iman saya sudah menjadi tindakan nyata yang membangun kehidupan bersama bagi sesama manusia dan bagi bumi yang kita tinggali?

rsumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60