WONOSOBO, Kamis 12 Februari 2026.
“Tidakkah kamu tahu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu…? Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”
(1 Korintus 6:19-20)
Saudara-saudari terkasih,
Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa tubuh bukan sekadar “milik pribadi”, melainkan bait Roh Kudus. Tubuh adalah ruang suci tempat Allah berdiam. Maka merawat kesehatan bukan hanya urusan fisik, tetapi juga tindakan iman cara kita memuliakan Allah.
Kemarin Gereja mengajak kita untuk lebih peduli pada kesehatan. Ajakan ini tidak berdiri sendiri. Kesehatan pribadi tidak bisa dilepaskan dari sikap ekologis kita. Udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita konsumsi semuanya berasal dari bumi, rumah bersama yang dipercayakan Tuhan kepada kita.
Ketika kita merusak lingkungan, kita perlahan merusak diri sendiri. Ketika kita hidup sembarangan—membuang sampah tanpa peduli, menggunakan sumber daya tanpa bijaksana, atau mengabaikan keseimbangan hidup kita tidak hanya melukai bumi, tetapi juga melukai “bait Roh Kudus” dalam diri kita.
Spiritualitas ekologis mengajak kita melihat keterhubungan:
- Merawat tubuh berarti menghargai anugerah kehidupan.
- Merawat bumi berarti menjaga sumber kehidupan itu sendiri.
- Mengubah gaya hidup menjadi lebih sederhana dan bertanggung jawab adalah bentuk pertobatan konkret.
Sekolah Hati mengajak kita bertanya:
Apakah pola hidupku sudah mencerminkan syukur atas tubuh dan bumi yang Tuhan berikan?
Apakah aku sudah hidup selaras, atau justru ikut menyumbang pada kerusakan?
Semoga Sabda hari ini menumbuhkan kesadaran bahwa kesehatan adalah panggilan, dan kepedulian ekologis adalah wujud kasih kita kepada Allah dan sesama. Karena ketika bumi sehat, manusia pun lebih sehat. Dan ketika hati kita selaras dengan kehendak Tuhan, hidup menjadi berkat.
Tuhan memberkati.
rsumsc











