“Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.”
(Mazmur 46:2)
Di tengah duka saudara-saudari kita di salah satu desa di Tegal ketika tanah bergerak, bangunan runtuh, dan hujan lebat seakan tak memberi jeda ayat ini menjadi pegangan yang menenangkan. Bukan karena penderitaan menjadi ringan, tetapi karena kita diingatkan: kita tidak sendirian di dalamnya. Allah hadir sebagai tempat berlindung ketika rasa aman terguncang, sebagai kekuatan saat kaki goyah menapaki hari esok.
Sekolah hati mengajak kita belajar membaca peristiwa ini dengan kepekaan iman: meratap bersama yang berduka, menguatkan yang lemah, dan menumbuhkan harapan yang lahir dari solidaritas. Di tengah alam yang tak terduga, kiranya hati kita digerakkan untuk menjadi tanda kehadiran Allah dengan doa, kepedulian, dan tindakan nyata bagi sesama.
rsumsc











