RENUNGAN HATI, Bagian ke-23: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

WONOSOBO, Rabu (4/3) –

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
— Injil Matius 5:9

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ayat ini terasa begitu hidup ketika saya membaca sebuah pesan WhatsApp berisi permohonan maaf seorang ayah kepada anak-anaknya, disertai ajakan untuk berdamai. Hati saya terharu. Tidak mudah bagi seorang ayah untuk merendahkan diri, mengakui kekurangan, dan membuka jalan rekonsiliasi. Dibutuhkan kebesaran jiwa dan cinta yang tulus.

Seorang ayah yang mencintai anak-anak dan cucu-cucunya akan berani melangkah lebih dulu. Ia tidak menunggu dihampiri, tetapi memilih menjadi pembawa damai. Dalam sikap itu, kita melihat pantulan hati Allah sendiri—Allah yang selalu lebih dahulu mengampuni dan memanggil kita kembali.

Permohonan maaf bukan tanda kelemahan. Itu adalah kekuatan kasih. Rekonsiliasi dalam keluarga adalah anugerah yang lahir dari kerendahan hati. Ketika hati dilembutkan oleh rahmat-Nya, tembok kesalahpahaman runtuh, dan jembatan kasih kembali terbangun.

Semoga damai sungguh tercipta dalam keluarga itu. Semoga kemurahan hati sang ayah menjadi benih yang bertumbuh menjadi pengertian, pelukan, dan kebersamaan baru. Dan semoga kita pun belajar: menjadi pembawa damai dimulai dari rumah kita sendiri.

Tuhan, lembutkan hati kami. Ajari kami berani meminta maaf, dan murah hati memberi pengampunan. Amin.

rsumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60