RENUNGAN HATI, Bagian ke-57: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

WONOSOBO, Jumat (17/4) –

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.” (Kejadian 2:15) 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Menyaksikan kerja bersama antara karyawan dan para petani dalam membuat kolam penampungan air hujan di taman wisata Watugendong menghadirkan gambaran konkret tentang panggilan manusia sejak awal: mengusahakan dan memelihara ciptaan. Ini bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan tindakan kasih yang nyata kepada bumi dan sesama.

Air hujan yang ditampung bukan hanya sumber kehidupan bagi tanaman, tetapi juga simbol harapan dan kebersamaan. Dalam kolaborasi ini, kita melihat bahwa kepedulian ekologis tidak bisa berdiri sendiri ia tumbuh dari relasi: manusia dengan alam, dan manusia dengan manusia.

Para petani membawa kearifan lokal, sementara karyawan menghadirkan tenaga dan dukungan. Bersama, mereka merawat masa depan. Di sinilah spiritualitas menjadi hidup: ketika iman tidak berhenti pada doa, tetapi menjelma dalam tindakan nyata menjaga ciptaan.

Renungan ini mengajak kita bertanya:
Sudahkah kita menjadi “penjaga taman” dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah kita melihat alam sebagai anugerah yang harus dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan?

Semoga pengalaman ini menumbuhkan kesadaran bahwa setiap tetes air, setiap tanah yang digali, dan setiap kerja bersama adalah bagian dari panggilan suci untuk merawat bumi rumah kita bersama.

*rsumsc*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60