WONOSOBO, Rabu (25/2) –
“Janganlah kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”
Injil Matius 7:1
Kisah seorang anak muda yang dijatuhi hukuman mati karena sekali terlibat bekerja di kapal pembawa narkoba mengguncang hati kita. Pertanyaan yang muncul sederhana namun berat: Apakah benar ia tidak tahu?
Kita mungkin tidak pernah tahu seluruh kebenarannya. Hanya Tuhan yang mengetahui isi hati manusia sepenuhnya. Namun Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menghakimi. Di balik sebuah keputusan yang salah, sering tersembunyi cerita tentang tekanan ekonomi, ketidaktahuan, ketakutan, atau bahkan manipulasi.
Apakah ia sungguh tidak tahu?
Bisa jadi ia tahu sebagian, tapi tidak memahami sepenuhnya konsekuensinya.
Bisa jadi ia curiga, tetapi memilih diam karena kebutuhan.
Bisa jadi ia benar-benar tidak tahu, terjebak dalam sistem yang lebih besar darinya.
Dunia narkoba bukan sekadar soal individu yang bersalah. Ia adalah jaringan, kekuatan uang, dan permainan kuasa yang sering menjadikan orang kecil sebagai tumbal. Dalam situasi seperti ini, hati kita diajak bukan pertama-tama untuk menghukum, tetapi untuk merenung:
- Sudahkah kita membangun masyarakat yang memberi kesempatan kerja yang layak bagi kaum muda?
- Sudahkah kita mendampingi mereka agar mampu berkata “tidak” pada tawaran yang mencurigakan?
- Apakah kita lebih cepat menghakimi daripada memahami?
Hukuman bisa dijatuhkan oleh pengadilan manusia. Tetapi penghakiman terakhir adalah milik Tuhan, yang melihat bukan hanya perbuatan, melainkan juga niat, tekanan, dan luka yang tersembunyi di baliknya.
Renungan ini tidak membenarkan kejahatan. Narkoba merusak kehidupan banyak orang dan harus dilawan dengan tegas. Namun di saat yang sama, kita diajak untuk tetap memiliki hati yang berbelas kasih. Keadilan tanpa belas kasih menjadi keras. Belas kasih tanpa kebenaran menjadi lemah. Keduanya harus berjalan bersama.
Semoga kita belajar memiliki hati seperti Hati Kristus: tegas terhadap dosa, tetapi penuh kasih terhadap manusia.
Doa singkat:
Tuhan, ajarilah kami untuk tidak mudah menghakimi. Berilah terang-Mu bagi mereka yang terjerat dalam kesalahan, dan lembutkan hati kami agar mampu melihat dengan belas kasih. Amin.
rsumsc











