WONOSOBO, Rabu (29/4/2026) –
“Orang yang setia dalam perkara kecil, ia setia juga dalam perkara besar.”
(Luk 16:10)
Kenaikan harga pangan, sandang, dan papan sering membuat hati gelisah. Kita mudah merasa kekurangan, bahkan takut akan hari esok. Namun Sabda ini mengajak kita kembali pada dasar yang sederhana: kesetiaan dalam hal-hal kecil.
Kesetiaan itu bisa berarti bijak mengelola apa yang ada tidak boros, tidak serakah, dan tidak merusak alam demi keuntungan sesaat. Ketika kita menghargai makanan, menggunakan barang secukupnya, dan menjaga lingkungan tempat kita hidup, kita sedang belajar setia. Dari kesetiaan kecil itulah tumbuh ketahanan hati dan solidaritas.
Situasi ekonomi yang menekan juga menjadi panggilan untuk lebih peka: berbagi dengan yang lebih membutuhkan, saling menopang, dan membangun gaya hidup yang lebih sederhana dan berkelanjutan. Bumi yang kita rawat dengan bijak akan tetap memberi, dan hati yang setia akan menemukan damai, bahkan di tengah keterbatasan.
Pertanyaan refleksi:
Apakah dalam situasi sulit ini, aku tetap setia dan bijak dalam mengelola apa yang dipercayakan kepadaku?
rsumsc











