SEKOLAH HATI – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

TAROANGGRO.COM

“Tuhan mengambil debu tanah dan membentuk manusia itu, lalu menghembuskan napas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia menjadi makhluk yang hidup.”

(Kejadian 2:7)

Hari ini kita melihat sebuah ironi: di satu tempat air datang begitu banyak sampai menjadi banjir bandang, sementara di tempat lain tanah merindukan setetes air karena kekeringan.

Air yang seharusnya menjadi berkat kehidupan, kadang berubah menjadi bencana. Bukan karena air itu jahat, tetapi karena keseimbangan kehidupan telah terganggu.

Kitab Kejadian mengingatkan bahwa manusia dibentuk dari debu tanah dan menerima napas kehidupan dari Allah. Artinya, manusia tidak pernah terpisah dari tanah, air, udara, tumbuhan dan seluruh ciptaan.

Maka persoalan ekologis sesungguhnya bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan hati manusia.

Ketika hati hanya berpikir, “Apa yang bisa saya ambil dari alam?”, kita mengeksploitasi.

Tetapi ketika hati bertanya, “Apa yang bisa saya rawat dan kembalikan kepada kehidupan?”, kita mulai bertobat secara ekologis.

Banjir mengajak kita belajar menghormati air.

Kekeringan mengajar kita menghargai air.

Keduanya mengajar kita bahwa kehidupan membutuhkan keseimbangan.

Pertanyaan untuk Sekolah Hati

Mari kita masuk ke dalam diri dan bertanya:

“Apakah cara hidup saya selama ini membuat bumi semakin sehat, atau justru semakin terluka?”

Mungkin kita tidak bisa menghentikan banjir bandang di Sumatra.

Mungkin kita tidak bisa mendatangkan hujan ke daerah yang sedang kering.

Tetapi kita bisa mulai dari hal sederhana: tidak membuang sampah sembarangan, menghemat air, menanam dan merawat pohon, menjaga tanah, membuat resapan air, dan mengurangi gaya hidup yang menghasilkan terlalu banyak sampah.

Sebab pertobatan ekologis selalu dimulai dari pertobatan hati.

Dalam spiritualitas Hati Kudus Yesus, kita belajar bahwa hati yang mengalami kasih Allah tidak akan tega melukai kehidupan.

Semakin kita mengasihi Sang Pencipta, semakin kita belajar menghormati ciptaan-Nya.

Sekolah Hati bukan hanya membuat kita tahu apa yang terjadi pada bumi.

Sekolah Hati membuat kita memiliki hati yang ikut merasakan luka bumi dan kemudian berani melakukan sesuatu untuk merawatnya.

RSumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60