SEKOLAH HATI: Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

TAROANGGRO.COM

Tema: Ketika Jabatan Kehilangan Hati

“Apakah gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?”

Markus 8:36

Berita tentang pejabat daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK kembali mengajak kita bertanya: Mengapa orang yang sudah memiliki jabatan, kehormatan, gaji, fasilitas dan kekuasaan masih bisa tergoda mengambil yang bukan haknya?

KPK sendiri mencatat bahwa korupsi kepala daerah telah berulang terjadi, antara lain berkaitan dengan pengelolaan anggaran, pengadaan barang dan jasa, serta perizinan. 

MENGEDUKASI HATI

Masalah korupsi sebenarnya bukan pertama-tama masalah tangan yang mengambil uang, tetapi hati yang kehilangan rasa cukup.

Sebelum tangan menerima suap,

hati lebih dahulu berkata: “Aku berhak mendapat lebih.”

Sebelum seseorang menyalahgunakan jabatan,

hati lebih dahulu berhenti melihat jabatan sebagai pelayanan.

Dan sebelum uang rakyat masuk ke kantong pribadi,

hati lebih dahulu kehilangan rasa bahwa uang itu berasal dari keringat dan penderitaan banyak orang.

Karena itu, Sekolah Hati tidak hanya mengajak kita berkata, “Jangan korupsi.”

Lebih dalam dari itu:

“Didiklah hatimu supaya tetap bersih ketika memegang kekuasaan.”

Sebab hukum dapat mengawasi tangan, kamera dapat merekam tindakan, KPK dapat melakukan OTT. Tetapi integritas lahir dari hati yang tetap jujur ketika tidak ada seorang pun melihat.

KPK sendiri menekankan bahwa integritas perlu terus dilatih dan dibangun melalui pendidikan serta pembiasaan, bukan hanya mengandalkan aturan dan pengawasan.

Pertanyaan untuk direnungkan

“Kalau tidak ada KPK, tidak ada kamera, tidak ada audit, dan tidak ada orang yang melihat apakah hatiku tetap memilih yang benar?”

Di situlah Sekolah Hati dimulai.

Korupsi dapat dicegah bukan hanya dengan tangan yang takut ditangkap, tetapi terutama dengan hati yang takut melukai sesama dan takut kehilangan Tuhan.

RSumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60