“Mari kita belajar: merawat apa yang kita gunakan, karena itu bisa menjadi alat kehidupan atau kematian; menghargai batas, baik batas alam maupun batas kemampuan manusia; serta menumbuhkan solidaritas agar sistem yang kita bangun tidak mengorbankan yang lemah.”
Penulis: Teuku Faisal
RENUNGAN HATI, Bagian Ke-50: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Iman sejati tak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dengan merawat seluruh ciptaan.”
RENUNGAN HATI, Bagian ke-49: Sekolah Hati, Sentra Spiritualitas MSC
“Paskah bukan hanya tentang kebangkitan iman, tetapi juga panggilan untuk merawat kehidupan dan seluruh ciptaan dengan kasih.”

RENUNGAN HATI, Bagian ke-48: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Dalam ‘Aku haus’, Tuhan tidak hanya menyentuh tubuh, tetapi juga mengungkapkan kerinduan-Nya akan hati manusia yang peduli dan dunia yang dipulihkan.”
RENUNGAN HATI, Bagian Ke-47: Sekolah Hati – Spiritualitas MSC
“Yang liar dapat dijinakkan oleh kasih, dan hati yang terluka dipulihkan oleh cinta.”
RENUNGAN HATI, Bagian Ke-46: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.” (Lukas 1:38)
RENUNGAN HATI, Bagian Ke-45: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Manusia bukan sekadar penghuni bumi, melainkan penjaga kehidupan dipanggil untuk mengusahakan sekaligus merawat.”
RENUNGAN HATI, Bagian ke-44: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Kejujuran hati sering lahir dari keberanian menerima kenyataan, bahkan ketika itu menyakitkan.”
RENUNGAN HATI, Bagian ke-43: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Setiap perjalanan adalah pilihan: merusak bumi atau menjaganya dengan penuh kesadaran.”
RENUNGAN HATI, Bagian ke-42: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC
“Harga boleh turun, tetapi nilai kehidupan tidak pernah boleh ditawar.”
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.











