WONOSOBO, Selasa (8/4) –
“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.’”
Alkitab, Markus 16:15
Dalam suasana sukacita Oktaf Paskah yang kita rayakan entah dalam pengalaman misa di Jakarta, Surabaya, maupun Semarang kita diingatkan bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya kabar keselamatan bagi manusia, tetapi juga bagi seluruh ciptaan. Kata “segala makhluk” membuka cakrawala iman yang luas: bumi, air, udara, tumbuhan, dan hewan adalah bagian dari rumah bersama yang juga disentuh oleh karya penebusan.
Perayaan yang berulang dalam Oktaf Paskah mengajak kita belajar (edukasi) untuk semakin peka: apakah iman kebangkitan sudah mengubah cara kita memperlakukan lingkungan? Kebangkitan bukan sekadar peristiwa rohani, tetapi energi baru untuk memulihkan relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Dari hiruk-pikuk kota besar hingga dinamika kehidupan umat di berbagai paroki, kita diajak membawa semangat Paskah ke dalam tindakan konkret: mengurangi sampah, menjaga kebersihan, menghargai sumber daya, dan membangun kesadaran ekologis dalam komunitas. Di situlah Injil menjadi hidup ketika kita merawat kehidupan.
Doa singkat
Tuhan yang bangkit, ajarilah kami mencintai bumi sebagai anugerah-Mu. Jadikan kami pewarta Injil yang tidak hanya bersuara, tetapi juga bertindak dalam menjaga ciptaan. Amin.
rsumsc











