RENUNGAN HATI, Bagian Ke-52: Sekolah Hati – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

WONOSOBO, Jumat (10/4) –
Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam.”
Kitab Amsal 12:10

Dalam kehidupan sederhana para petani dan pekerja taman wisata ekologis Watugendong, kandang kebo bukan sekadar bangunan pelindung. Ia adalah tanda kepedulian, relasi, dan tanggung jawab manusia terhadap ciptaan. Ayat dari Kitab Amsal ini mengingatkan bahwa keadilan dan kebaikan tidak hanya diukur dari hubungan kita dengan sesama manusia, tetapi juga dengan makhluk hidup lain yang turut menopang kehidupan kita.

Membangun kandang kebo yang layak berarti menyediakan tempat berteduh dari panas dan hujan, menjaga kesehatan hewan, dan memastikan keberlanjutan kerja bersama antara manusia dan alam. Di sinilah spiritualitas ekologis menjadi nyata: iman diterjemahkan dalam tindakan konkret merawat bumi dan segala isinya.

Kandang yang kokoh, teduh, dan bersih mencerminkan hati yang peka dan penuh kasih. Ketika petani dengan sabar menata bambu, kayu, dan atap sederhana, sesungguhnya mereka sedang merawat kehidupan bukan hanya bagi kebo, tetapi juga bagi tanah, tanaman, dan generasi mendatang.

Pertanyaan refleksi:
Apakah aku sudah merawat “rumah” bagi sesama ciptaan dengan penuh tanggung jawab dan kasih?

Doa singkat:
Tuhan, ajarilah kami untuk mencintai ciptaan-Mu dengan tindakan nyata, agar setiap karya tangan kami menjadi berkat bagi semua makhluk hidup. Amin.

rsumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60