SEKOLAH HATI – Sentra Spiritualitas MSC

banner 468x60

TAROANGGRO.COM –

“Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib.”

(Mzm 139:14)

Belajar Menjadi Diriku Sendiri

Hujan deras di lereng Gunung Sindoro sore ini mengajarkan sesuatu yang sederhana: alam tidak perlu menjadi seperti yang lain untuk menjadi dirinya sendiri.

Awan menjadi awan. Hujan menjadi hujan. Tanah menerima air. Tanaman bertumbuh dengan caranya sendiri. Tidak ada yang berusaha menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Demikian juga kita

Sering kali kita lelah bukan karena hidup terlalu berat, tetapi karena kita terlalu lama berusaha menjadi orang lain: ingin diterima, ingin dipuji, ingin memenuhi harapan orang, bahkan takut mengecewakan mereka.

Padahal Tuhan tidak menciptakan kita untuk menjadi salinan orang lain. Tuhan menciptakan kita unik, dengan sejarah, kelemahan, kemampuan, luka, dan panggilan kita sendiri.

Maka menjadi diri sendiri bukan berarti berkata, “Inilah saya, terserah orang lain.”

Menjadi diri sendiri berarti berani berkata:

“Tuhan, inilah diriku. Dengan segala kekurangan dan kelebihanku, bentuklah aku menjadi pribadi yang Engkau kehendaki.”

Hari ini saya bahagia dan bersyukur melihat hujan kedua yang semakin deras. Setelah tanah mengalami kekeringan, hujan terasa seperti jawaban Tuhan.

Mungkin demikian juga perjalanan hati kita. Ada masa kering, ada masa bingung, ada masa merasa tidak menjadi diri sendiri. Tetapi jangan kehilangan harapan.

Ketika kita berani menerima diri, mengampuni masa lalu, dan menyerahkan diri kepada Tuhan, hati perlahan menjadi seperti tanah yang disiram hujan: kembali hidup, segar, dan mampu menghasilkan buah.

Pertanyaan untuk hati:

“Apakah hari ini saya sungguh menjadi diri saya yang Tuhan kehendaki, atau saya masih sibuk menjadi pribadi yang diinginkan orang lain?”

Hujan mengajarkan kita: tidak perlu menjadi yang lain untuk menjadi berkat. Cukup menjadi dirimu yang sungguh-sungguh diserahkan kepada Tuhan.

RSumsc

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60